Perceraian terjadi, Gara-gara Mudah Jatuh Cinta

Banyak pasangan suami isteri sebenarnya terjadi bukan karena mereka saling memahami keberadaan masing-masing pasangannya. Begitu mudah remaja sekarang jatuh cinta hanya dikarenakan daya tarik dari bahasa tubuh yang ujung-ujungnya muncul dari rangsangan biologis. Bahasa tubuh apakah itu pesona kecantikan, badan yang seksi atau juga karena ketampanan dan kegantengan bukan lagi jadi rahasia.

Jatuh cinta sebenarnya merupakan satu anugerah yang wajib disyukuri. Bahkan, sebagian orang menganggap bahwa jatuh cinta bisa membuat mereka lebih  bersemangat dalam menjalani hidup. Masalah akan menjadi lebih buruk jika Anda sangat mudah jatuh cinta pada setiap orang yang dekat dengan Anda dan bukan merupakan pacar Anda.

Sebuah perasaan cinta memang tak pernah tentu kapan dan dimana rasa itu tumbuh dan bermula. Bahkan, terkadang sangat sulit untuk menyadari apakah perasaan yang muncul adalah cinta atau hanya sekedar rasa suka. Namun, ternyata rasa itu ada karena terjalinnya sebuah hubungan akibat suatu perkenalan.

Dalam hubungan pertemanan, mungkin akan sulit untuk menampik ketika sesekali kita merasa mencintai atau pun menyukai teman kita sendiri. Mungkin karena dia ramah, baik atau karena dia tampan, hal itulah yang membuat kita merasa mustahil untuk tidak mencintainya. Tetapi, apakah semudah itu mencintai seseorang? Hanya karena dia ramah, baik, dan juga tampan?

Bersikap tergesa-gesa dalam memilih hanya karena faktor fisik dan keinginan sesaat pasti ujungnya akan menyesal. Jadi jangan terlalu mudah untuk jatuh cinta. Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini ada beberapa solusi:

Jangan Terlalu Membuka Diri
Jangan terlalu membuka diri karena akan membuat perasaan Anda menjadi lebih mudah untuk menerima dan memberi hati kepada seseorang. Tunjukkanlah bahwa Anda tipe perempuan yang misterius dan sulit ditebak.

Dengan pembawaan seperti itu akan memudahkan Anda untuk tidak menjadi orang dengan karakter yang terlalu membuka diri. Disamping itu, terlalu membuka diri juga akan mempermudah seseorang untuk masuk kedalam kehidupan pribadi Anda.

Jadi bertemanlah yang sewajarnya saja, boleh terbuka asalkan jangan berlebihan. Namun, jangan pula bersikap tertutup karena seseorang mungkin akan menganggap kamu angkuh nantinya.

Nothing Special
Cobalah bersikap dan menganggap bahwa semua teman punya kedudukan yang sama. Sebaiknya, jangan suka membeda-bedakan, apalagi memberi perhatian khusus. Untuk seseorang yang mudah sekali jatuh cinta, mengistimewakan seseorang akan membuat dirinya mudah merasakan cinta kepada seseorang.

Pasalnya, dengan merasa bahwa dia spesial, maka rasa cinta bisa tumbuh dengan sendirinya, padahal mungkin dia sendiri belum tahu apakah cinta itu selamanya ataukah justru hanya bersifat sementara. Untuk itu cobalah hindari sikap gede rasa Anda, karena dari sinilah semua bermula dan akan membuat Anda menjadi tipe yang mudah sekali jatuh cinta.

Berhenti Mengira-ngira
Kebanyakan dari perempuan selalu memiliki prasangka dan mengira-ngira seorang pria itu memiliki rasa suka atau cinta kepadanya. Sehingga akan muncul perasaan lain dan akhirnya membuat Anda yakin bahwa si dia memang menyukai Anda.

Karena hal itulah yang menjadi peluang baginya untuk memberikan juga rasa cintanya. Padahal, apabila ternyata prasangka itu tidak benar, sakit hati pasti akan dirasa. Oleh karena itu, sebaiknya hindari prasangka-prasangka yang belum tentu benar terjadi. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menjaga hati Anda.

Semua Orang Bisa Merayu
Banyak perempuan yang terjebak dalam rayuan kata-kata manis seorang pria. Perempuan akan sangat mudah sekali tersentuh hatinya jika ada seorang pria yang melontarkan berbagai kata-kata manis nan memuji untuk dirinya. Dari sinilah kepribadian Anda yang mudah sekali jatuh cinta bisa bermula. Ingat, bahwa tidak semua kata-kata manis nan memuji dari seorang pria itu tulus dari hati seorang pria.

Namun di sisi lain jika begitu mudah pasangan kekasih memasuki alam berumah tangga, masalah kecemburuan atau cemburu buta adalah hal yang paling utama munculnya banyak pertikaian yang terjadi secara terus menerus, bahkan tidak sedikit pertengkarang yang terjadi sangat sulit didamaikan, dan ujung dari perselisihan tersebut akhirnya menuju pada perceraian atau putusnya tali perkawinan.