Hak Asuh Anak Setelah Perceraian

Perceraian dalam agama Islam merupakan hal yang tidak disukai oleh Allah tetapi juga tidak ada larangan bagi umat Islam yang ingin bercerai. Pertumbuhan angka perceraian pada akhir akhir ini sangat meningkat jika dilihat dari data perkara yang masuk di pengadilan baik di pengadilan agama maupun di pengadilan negeri.

Penyebab masyarakat yang mengajukan perceraian sangat bervariasi bahkan tidak sedikit yang mengajukan cerai padahal usia perkawinannya masih tergolong muda, ada yang belum sampai 1 tahun usia penikahannya sudah mengajukan perceraian, hal itu disebabkan kurang matangnya tingkat kedewasaan dari mereka yang sudah melakukan pernikahan di usia muda.

Permasalahan yang sering timbul setelah perceraian adalah masalah hak asuh anak. Banyak dari mereka yang melakukan perceraian harus ribut  masalah hak asuh anak. Keinginan untuk mendapatkaan hak asuh anak sangat di dambakan oleh pasangan yang melakukan perceraian baik dari pihak perempuan maupun yang laki- laki.

Berikut ini saya sampaikan gambaran pemberian hak asuh anak apabila terjadi perebutan hak asuh anak di pengadilan Agama :

  1. Hak asuh anak yang masih berusia dibawah 12 tahun ( mumayyiz ) diutamakan diberikan kepada ibu hal itu disebutkan dalam pasal 105  huruf a Kompilasi Hukum Islam yang berbunyi “Dalam hal terjadinya perceraian : a. Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya “ ;
  1. Hak Asuh anak yang berusia diatas 12 tahun diserahkan kepada anak tersebut untuk memilih apakah mau ikut sama ibu atau Hal tersebut sesuai dengan yang disebutkan dalam Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 105 huruf b yang berbunyi : “ Dalam hal terjadi perceraian : b. Pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih diantara ayah dan ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaannya “;

Bahwa dalam menentukan pemberian hak asuh anak tidak mutlak anak dibawah usia 12 tahun di berikan kepada ibunya, majelis hakim juga akan melihat dan membertimbangkan faktor fakfor yang lain dalam memutus tentunya faktor tersebut dipertimbangkan untuk kepentingan anak tersebut. Barikut ini ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan hakim untuk tidak memberikan hak asuh anak kepada  seorang ibu meskipun usia anak tersebut  masih berusia dibawah 12 tahun :

  1. Menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Telah meninggalkan pihak lain tanpa izin dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya;
  3. Mendapat hukuman penjara
  4. Melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain;
  5. Tidak amanah, tidak mempunyai kemauan dalam mendidik anak-anak;
  6. Tidak dapat menjaga pertumbuhan, pendidikan dan kenyamanan anak-anak;
  7. Tidak mampu menjaga kemaslahatan dan kepentingan anak-anak.
  8. Alasan-alasan lain sehingga dikhawatirkan tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak-anaknya.

Bahwa ada yang perlu diperhatikan yaitu meskipun anak yang mengasuh ayah atau ibu tetapi tidak boleh ada salah satu pihak menghalangi pihak lain selaku orang tua kandungnya untuk memberikan kasih sayangnya kepada anaknya dan untuk pemberian nafkah tetap di bebankan kepada ayahnya sampai dengan anak tersebut bisa mandiri.

Demikian artikel tentang hak asuh anak setelah perceraian ini saya sampaikan semoga bermanfaat

Penulis :
SUTAN SUWARNO, SE.,SH.
Advokat/Pengacara di Kantor Hukum MSA LUBIS & Partners
HP/WA : 0813.2823.8999.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment