Advokat Muda dan Integritas

Advokat merupakan orang yang berpraktik memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang – undang yang berlaku, baik sebagai advokat, pengacara, penasihat hukum maupun sebagai konsultan hukum ( pasal 1 huruf a kode etik advokat indonesia ). Profesi advokat merupakan profesi yang terhormat atau sering disebut dengan “Officium Nobile”, disamping hal tersebut peranan advokat dalam penegakan hukum sangat besar terutama bagi masyarakat miskin yang sedang mencari keadilan, menjadi seorang advokat muda tentu tidak semudah yang dibayangkan karena harus menghadapi persaingan – persaingan yang cukup ketat dan tantangan-tantangan yang ada sebagai profesi advokat, dalam praktiknya seorang advokat sangat di pertaruhkan integritasnya saat menyelesaikan masalah hukum, disinilah diharapkan para advokat muda bisa menyelesaikan permasalahan hukum yang ada dan sesuai dengan UU dan Kode etik Advokat yang berlaku.

Integritas adalah suatu sikap dimana seseorang berpegang teguh terhadap prinsip – prinsipnya seperti kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan terhadap janji dan suatu hal yang berkaitan dengan mempertahankan diri dari suatu godaan yang akan membuat harkat dan martabat diri sendiri hancur. Ciri – ciri orang yang mempunyai integritas adalah ditandai dengan dapat dipercaya orang tersebut, dan dapat diandalkan dsb. Integritas seorang advokat akan sangat ditentukan saat dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu permasalahan hukum yang ada, disinilah integritas advokat akan terlihat apakah akan mengedepankan kejujuran, kebenaran dan keadilan yang dapat menimbulkan dapat dipercaya dan dapat diandalkan ataukah sebaliknya.

Advokat muda sebagai penerus advokat senior, disadari atau tidak di indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak sarjana hukum/fresh graduate yang di sumpah menjadi seorang advokat, dalam hal ini mayoritas dari kalangan milenial atau anak muda yang barusan lulus dari bangku kuliahnya, dalam dunia advokat semakin kedepan akan semakin ketat dalam bersaing karena semakin banyaknya advokat muda, diharapkan agar para advokat muda bisa bersaing secara sehat, tidak saling menjatuhkan satu sama lain dan berprakteik sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Menjadi seorang advokat tidak semata – mata untuk mencari harta yang melimpah atau kekayaan secara materil, namun untuk mencari tujuan yang lebih mulia yaitu untuk memperjuangkan hak – hak asasi manusia di dalam negara hukum dan sebagai pengawal konstitusi agar dapat menjunjung tinggi serta mengutamakan idealisme seperti nilai – nilai keadilan, kebenaran serta lebih mengedepankan moralitas sebagai seorang advokat, karena kalau menjadi seorang advokat hanya bertujuan untuk mencari kekayaaan secara materil saja dalam hal ini harta, nanti akan berakibat pada saat berpraktik bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta tersebut dan mengabaikan kode etik advokat yang berlaku, hal tersebutlah yang membuat citra seorang advokat menjadi rusak karena sudah tidak menjunjung tinggi citra profesi advokat sebagai profesi yang terhormat.

Kode etik profesi advokat adalah pengaturan tentang perilaku anggota – anggota baik interaksi sesama anggota atau rekan anggota organisasi advokat lainnya maupun dalam kaitannya di muka pengadilan, baik beracara di luar maupun di dalam pengadilan. Agar kode etik profesi advokat dapat berjalan dan berfungsi dengan baik maka diperlukan adanya suatu badan atau alat yang bertugas membina dan mengawasinya. Dalam suatu organisasi advokat biasanya ditugaskan kepada suatu badan atau dewan kehrormatan profesi, badan ini untuk menjaga aturan kode etik agar dapat dipatuhi oleh seluruh anggota dan mempunyai kewenangan untuk menertibkan atau melakukan tindakan yang bersifat administratif terhadap anggota – anggotanya yang secara terang melanggar kode etik profesi.

Profesi advokat sebagai penegak hukum terutama untuk masyarakat yang sedang mencari keadilan, sering kita dengar bahwa masih banyak masyarakat yang menilai bahwa hukum di indonesia masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas, karena masih banyak ditemukan ketika ada seorang pejabat yang melakukan pelanggaran terhadap hukum akan beda dengan masyarakat biasa yang melakukan pelanggaran hukum baik ditinjau dari segi perlakuan, sanksi yang diberikan dan lain sebagainya.

Sebagai negara hukum yang berdasarkan konstitusi kita tentunya mendambakan segala aspek kehidupan masyarakat dapat diatur dengan undang – undang dan persoalan – persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan baik melalui pengadilan , baik melalui arbitrase, negosiasi maupun mediasi sehingga semua persoalan diharapkan dapat terselesaikan dengan adil sesuai dengan hukum yang berlaku, dan diharapkan dapat menghilangkan stigma bahwa hukum hanya tajam kebawah dan tumpul ke atas, disinilah diperlukan seorang advokat untuk menegakkan hukum yang berlandaskan kejujuran, kebenaran dan keadilan, untuk mencapai kejujuran, kebenaran dan keadilan tersebut hanya dimungkinkan para penegak hukum dapat bersikap profesional untuk melaksanakannya. Secara realita sekarang masih banyak ditemukan bahwa para penegak hukum belum semua dapat bersikap profesional sehingga mengakibatkan tidak tercapainya keadilan yang diharapkan oleh para pencari keadilan. Tidak semua persoalan harus diselesaikan melalui jalur peradilan, persoalan – persoalan dapat diselesaikan baik melalui pengadilan maupun di luar pengadilan, maka dari itu peran para penagak hukum sangatlah penting di dalam negara hukum ini terutama seorang Advokat.

Untuk memperbaiki hukum di indonesia menurut saya tidak hanya hukumnya saja yang diperbaiki namun para penegak hukum yang harus diperbaiki dari mental korup dan tidak memperhatikan kode etik yang berlaku dalam berpraktik, karena hukum akan tergantung pada siapa yang menegakkannya, mau hukumnya bagus kalau penegaknya jelak akan sama saja menjadi jeleknya hukum tersebut, namun apabila para penegak hukumnya sudah bisa bersikap profesional dalam berpraktik ada sedikit kejelekan hukumnya insaallah akan menjadi baik karena penegak hukumnya profesional dalam berpraktik dan lebih mengedepankan idealisme seperti nilai – nilai kebenaran, keadilan dan moralitasnya sehingga tercapai kepastian hukum yang adil.

Untuk menjadi advokat muda yang profesional tentu dalam berpraktik haruslah memegang teguh sumpah advokat dalam rangka menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran, serta memperhatikan kode etik yang berlaku, karena advokat muda mempunyai peran yang sangat besar dalam menegakkan hukum terutama bagi masyarakat yang sedang mencari keadilan, menjadi advokat muda jangan semata – mata untuk mencari nafkah atau kekayaan saja karena akan berefek buruk pada saat berpraktik dilapangan nanti seperti menghalalkan segala cara mau melanggar hukum atau tidak karena orientasnya hanya harta tetap akan dilakukan, seperti pesan dari Dr. Hotma P.D. Sitompul, S.H., M.Hum pengacara senior pesan beliau adalah untuk menjadi advokat muda yaitu “masuklah ke LBH taruh hatimu kepada masyarakat miskin gunakan hati nuranimu nanti kerjanya akan benar, jangan otaknya duit semua karena akan berakibat ketika ada suatu perkara dan disitu ada peluang baik melanggar hukum maupun tidak melanggar hukum akan tetap dikerjain karena ada duitnya”. Disamping hal tersebut untuk menjadi seorang advokat muda haruslah menjaga integritasnya sebagai profesi yang terhormat ( Officium Nobile ).

Sebagai advokat muda yang oleh undang – undang dianggap sebagai profesi yang terhormat atau sering disebut “Officium Nobile” jangan sampai tercemari dengan tindakannya yang melanggar kode etik. Karena dalam praktiknya akan banyak godaan yang membuat seorang advokat justru mencemari nama baiknya sebagai profesi yang terhormat. menjadi advokat sebaiknya menjaga integritasnya dan mengedepankan idealisme seperti nilai – nilai keadilan dan kebenaran serta moralitas yang tinggi agar terciptanya kepastian hukum yang adil.

Referensi

Ropaun Rambe. 2001. Teknik Praktik Advokat, Jakarta : Penerbit PT Grasindo.

Peradi. 2007. Kitab Advokat Indonesia, Bandung : Penerbit P.T. Alumni.

 

zainur rohman
penulis :

ZAIN NURROHMAN, SH.
Lawyer At Kantor hukum MSA LUBIS & PARTNERS

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment